Jawaban Apa Kelemahan Terbesar Anda Saat Interview - tipdantrik

Jawaban Apa Kelemahan Terbesar Anda Saat Interview

Bagaimana cara terbaik untuk menjawab sebuah pertanyaan tentang kelemahan saat wawancara kerja ?, Ketika berbicara kelemahan Anda harus merespon dengan sangat hati-hati jangan sampai memberi jawaban yang merugikan diri sendiri yaitu meragukan kemampuan diri sendiri namun jangan sampai memberi kesan yang arogan/tidak jujur seakan tidak mempunyai kelemahan/kekurangan. Jadi, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang serba salah seperti buah simalakama.

Untuk menjawab tentang kelemahan bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti menyebutkan kelemahan keterampilan yang tidak ada hubungannya dengan perkejaan yang dilamar atau mengubah dari sisi negatif menjadi positif dan yang paling penting yaitu jawaban yang diberikan harus selalu berada dalam koridor yang positif dari keterampilan dan kemampuan anda sebagai karyawan/staf.

Diskusikan tentang keterampilan dasar
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjawab tentang kelemahan saat interview dengan menganalisa keterampilan utama dan menyesuaikan dengan kekuatan yang dibutuhkan untuk posisi/jabatan yang diwawancarai.

Misalnya, anda melamar keperawatan dan mengatakan bahwa anda tidak mahir dalam melakukan presentasi kelompok, yang perlu digarisbawahi adalah kemampuan dan kekuatan anda dalam melakukan komunikasi secara individu atau satu-satu dengan pasien sambil memberikan contoh tentang kesulitan anda dalam melakukan presentasi kelompok.

Sebutkan keahlian/skill yang mengalami peningkatan
Cara ini merupakan pilihan berikutnya yang bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan kelemahan dalam sesi wawancara. Sebutkan keahlian yang mengalami peningkatan yang telah anda asah secara aktif pada pekerjaan sebelumnya sehingga menunjukkan kepada pewawancara bahwa anda mempunyai komitmen untuk melakukan perbaikan diri.

Untuk memulai menjawab anda bisa menceritakan dari mana anda mulai, langkah-langkah yang diambil dalam memperbaiki diri dan menyebutkan hasil akhir.

Misalnya, anda menceritakan tentang peningkatan keterampilan dalam penjualan ketika menjabat sebagai manager produk yang bekerja dengan tim internal dan tidak berhubungan langsung dengan klien atau prospek penjualan, saya tidak melakukan banyak hal dalam peran saya khususnya masalah penjualan. Namun, karena saya sering berkomunikasi dengan tim penjualan, saya merasa sangat bermanfaat bagi saya dalam meningkatkan pemahaman yang lebih baik  tentang strategi dan taktik mereka. Saya mengambil kursus penjualan online untuk meningkatkan cara kerja saya dengan tim penjualan.

Sekarang, ketika saya bergabung dengan rapat penjualan, saya mempunyai ide dan gagasan yang lebih baik sesuai dengan apa yang terjadi dan saya merasa lebih efektif dalam berkomunikasi dengan tim penjualan. Kursus ini membangun keterampilan yang saya gunakan untuk 'menjual' visi untuk produk internal.

Jika menggunakan strategi ini usahakan untuk tidak menyebutkan apa pun yang anda tingkatkan untuk menghindari kualifikasi pada pekerjaan yang anda lamar saat interview dipertanyakan.

Mengubah negatif menjadi positif
Misalnya, saya memiliki perhatian yang sangat kuat terhadap detail, kadang perhatian ini dapat berubah menjadi kecenderungan perfeksionis. Dulu hal ini membuat saya harus memeriksa pekerjaan seperti spreadsheet atau email sampai tiga kali untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Sejak itu saya belajar untuk membagi waktu dengan menyesuaikan dan mengukur tugas mana yang lebih membutuhkan atau prioritas.


Contoh jawaban yang baik tentang pertanyaan kelemahan/kekurangan pada saat wawancara kerja yang bisa dijadikan acuan/pedoman untuk menjawab selanjutnya anda bisa melakukan variasi/mengkondisikan jawaban dengan jabatan yang dilamar.

"Angka-angka tidak selalu menjadi kekuatan saya. Untungnya, sebagai employee, saya dapat memfokuskan sebagian besar waktu saya pada proses kreatif penulisan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir saya mulai membiasakan diri dengan alat analitik digital principle digunakan dalam berbagai situs internet dan aplikasi principle saya tulis dan menemukan bahwa ketika Anda menambahkan konteks, "angka" sebenarnya bisa sangat mencerahkan."

"Dulu saya suka mengerjakan satu proyek hingga selesai sebelum memulai yang lain, tetapi saya telah belajar mengerjakan banyak proyek pada saat yang sama, dan saya pikir itu memungkinkan saya untuk lebih kreatif dan efektif dalam setiap proyek."

"Sebagai mahasiswa, saya biasanya meninggalkan tugas sampai menit terakhir, tetapi dengan beban kerja lulusan sekolah, saya tidak punya pilihan selain menjadwalkan waktu saya dengan sangat efektif. Ini telah diterjemahkan ke dalam pengertian waktu dan manajemen proyek yang sangat baik di profesional kerja saya."

"Saya telah belajar untuk membuat perfeksionis bekerja untuk keuntungan saya. Saya telah menjadi mahir dalam memenuhi tenggat waktu, dan dengan perhatian saya pada detail, saya tahu bahwa pekerjaan saya akurat."

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel