Kisah Koper Ijo Jebol Dari Pak Saptuari

Koper ukuran sedang ini saya beli 3 tahun lalu pas ada diskon di sebuah toko. Kalau gak salah harganya hanya 300 ribuan.. sepertinya barang reject, karena tulisan diskon 50% terpasang besar di atasnya.

Koper ini sudah menemani saya berkeliling ke puluhan kota di Indonesia. Kalau seminar saya menginap hanya 1-3 hari maka menyusun kaos dan celana dengan sistem gulung sudah muat di koper ini. Bagian handle atasnya sudah jebol, tampak bagian dalam koper dari luar. Ketika saya bawa di bandara saya harus memutarnya posisi tidur baru saya dapat memegang handle di sampingnya.

Istri saya sudah berkali-kali meminta saya beli koper baru, yang bagus dan awet. Sudah saatnya koper ini istirahat di alam baka, atau minimal buat menyimpan segala macam jeroan dan cukup ditaruh dengan manis di atas lemari saja.

Entahlah, saya masih nyaman memakainya. Bahkan 4 hari lalu masih menemani saya seminar “Kembali Ke Titik Nol” di Bali dan Lombok. Paling saya harus berkali-kali menjawab pertanyaan panitia yang kadang membantu menaikkan ke mobil pas menjemput di bandara.. 
“ini dah jebol mas kopernya..”
“Lah iya.. gakpapaaa, masih bisa dipakai kok”

Mungkin ini alasannya,
  1. Koper itu walau jebol atasnya masih layak pakai, roda masih berfungsi, resleting masih maktlusuuur lancar jaya!
  2. Saya gak pernah nyimpen barang berharga di koper. Jika sampai ada oknum petugas bagasi pesawat yang nyambi jadi the malinger mereka hanya akan menemukan gulungan kaos, celana dalam the caweter dan the kolorer, vitamin dan tolak angin, atau paling juga odol yang sudah mulai habis isinya, serta sikat gigi yang sudah pathing jabrut ujungnya.
  3. Contoh pencitraan.. hehe! Kalo kopernya mulus kelihatan orang rumahan. Kalau kopernya babak bundas sampai marjebol-bol dengan bekas stiker dari berbagai maskapai kelihatan gimana gituh, yang bawa jadi kelihatan gagah walaupun berperut onepack! Heroik dan nggegirisi!

Ada pelajaran bisa diambil dari koper ijo jebol ini..
  1. Menahan diri membeli sesuatu jika yang lama masih bisa dipakai. Bisa jadi kita mampu membelinya, tapi kita bisa menahan diri tidak membelinya. Yang bahaya kalau sudah gak cukup uangnya tapi maksa belinya, akhirnya terjerat riba yang bikin tersiksa.
  2. Gak usah kemakan gaya hidup, belum tentu yang mulus dan bagus itu kelihatan kaya. Banyak orang yang kaya sesungguhnya tapi gak pernah pamer yang di sosial media. Gak pernah majang-majang foto mobilnya, rumahnya, atau isi rekeningnya. Biasa saja.. sosial media bukan tempat untuk pamer harta.
  3. Sabar.. beli jika bener-bener sudah sangat membutuhkan, jika masih bisa dipakai apapun itu maka maksimalkan. Punya HP kreditan harga 9 juta, hanya buat WA nan dan foto-foto sadja! Sayaaang benerr! Tapi ada lho yang pakai HP harga sejutaan tapi tiap hari menghasilkan uang. Jarinya lincah mengetik menawarkan barang, sekaligus berbagi inspirasi kepada kawan-kawan.
  4. Jangan gampang silau, termasuk urusan usaha. Rumput tetangga selalu hijau? Bikin ngiler pastinya.. kalau udah denger si A omzetnya sekian, si B cabangnya sekian, si C karyawannya sekian.. kalau gak terkontrol bukan jadi motivasi, tapi jebakan emosi! Ingin segera nambah cabang, suntik modal, padahal bisnis pertama belum keurus, tetep nekat karena silau, akhirnya nekat pinjam uang dengan bunga. Ketika usaha gak jalan tetep harus bayar cicilannya, gak bisa bayar kena denda berlipat ganda, dan ujung akhirnya harta disita.. ngeriiinya!!

Setiap melihat koper jebol itu berjalan di conveyor bandara, saya seperti belajar untuk muhasabah, sabar dan tau diri.. gayaku hanya ini, gak usah silau yang mancing jadi iri.

Ada waktunya nanti saya beli koper baru.. 
tidaklah usah terburu-buru.

Kisah ini merupakan kisah nyata dari seorang motivator terkenal yaitu bapak saptuari(@saptuari), beliu ini merupakan salah satu orang sukses dan banyak kisah inspirasi yang telah saya baca dari tulisan beliu di fanspagenya. Semoga kisa koper ijo bisa menyadarkan kita akan pentingnya menahan diri hanya untuk memenuhi gaya hidup.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Koper Ijo Jebol Dari Pak Saptuari"

Post a Comment